KLIK DI SINIUntuk Pasang Iklan

KOMPONEN-KOMPONEN KETERAMPILAN BERTANYA LANJUT

loading...

ketrampilan-bertanya-lanjut

Pengertian Keterampilan Bertanya Lanjut

Keterampilan bertanya lanjut merupakan suatu keterampilan lanjutan daripada dasar yang lebih terfokus dalam mengembangkan kemampuan berpikir siswa, memperbesar partisipasi dalam mendorong siswa agar dapat berpartisipasi sendiri. Keterampilan bertanya ada 2: keterampilan bertanya dasar dan keterampilan bertanya lanjut.

2.  Komponen-komponen Keterampilan Bertanya Lanjut

Keterampilan bertanya lanjut dibentuk di atas landasan penguasaan-penguasaan komponen-komponen bertanya dasar. Karena itu semua komponen bertanya dasar masih digunakan dan akan selalu berkaitan dalam penerapan keterampilan bertanya lanjut. Adapun komponen-komponen bertanya lanjut itu adalah:

1.   Pengubahan tuntutan tingkat kognitif dalam menjawab suatu pertanyaan.

2.   Pengaturan urutan pertanyaan secara tepat.

3.   Penggunaan pertanyaan pelacak.

4.   Peningkatan terjadinya interaksi.

1.   Pengubahan tuntutan tingkat kognitif dalam menjawab suatu pertanyaan

Pengubahan ini artinya agar seorang guru dalam mengajukan pertanyaan dapat berusaha mengubah tingkat kognitif siswa dalam menjawab suatu pertanyaan dari tingkat yang rendah ke tingkat kognitif yang lebih tinggi.

Seperti: tingkat pemahaman, penerapan, analisis, sintesis maupun tingkat evaluasi.

2.   Pengaturan urutan pertanyaan secara tepat

Dalam memberikan urutan pertanyaan seorang guru harus memberikannya secara terurut, misal: pertama seorang guru mengajukan pertanyaan pemahaman penerapan, analisis, sintesis dan yang terakhir lanjut ke pertanyaan evaluasi. Dan seorang guru hendaknya memberikan waktu yang cukup untuk bisa menjawab pertanyaan yang diajukan.

3.   Penggunaan pertanyaan pelacak

Ada tujuh teknik pertanyaan pelacak yang dapat digunakan oleh seorang guru.

1.   Klarifikasi

Jika ada salah satu siswa menjawab pertanyaan guru dengan kalimat yang kurang tepat, maka guru memberikan pertanyaan pelacak yang meminta siswa untuk menjelaskan atau dengan kata-kata lain sehingga jawaban siswa menjadi lebih baik atau menyuruh siswa untuk mengulang jawabannya dengan kata yang lebih lugas.

Contoh pertanyaan:

–   Dapatkah kamu menjelaskan sekali lagi apa yang kamu maksud?

2.   Meminta siswa memberikan alasan

Guru dapat meminta siswa untuk memberikan bukti yang menunjang kebenaran suatu pandangan yang diberikan dalam menjawab pertanyaan. Contoh pertanyaan:

–   Mengapa kamu mengatakan demikian?

3.   Meminta kesepakatan pandangan

Guru memberikan kesempatan kepada siswa-siswa lainnya untuk menyatakan persetujuan atau penolakan siswa serta memberikan alasan-alasannya terhadap suatu pandangan yang diungkapkan oleh seorang siswa, dengan maksud agar diperoleh pandangan yang benar dan dapat diterima oleh semua pihak.

Contoh pertanyaan:

–   Siapa setuju dengan jawaban itu? Mengapa/

4.   Meminta ketepatan jawaban

Jika jawaban siswa belum tepat guru dapat meminta siswa untuk meninjau kembali jawaban itu agar diperoleh jawaban yang tepat atau guru dapat menggunakan metode pemberian pertanyaan dengan sistem bergilir.

5.   Meminta jawaban yang lebih relevan

Mengajukan pertanyaan yang memungkinkan siswa menilai kembali jawabannya atau mengemukakan kembali jawabannya menjadi lebih relevan.

6.   Meminta contoh

Jika ada jawaban dari siswa yang kurang jelas maka guru dapat meminta siswa untuk memberikan ilustrasi atau contoh yang konkret.

Contoh: dapatkah kamu memberi satu atau beberapa contoh dari jawabanmu.

7.   Meminta jawaban yang lebih kompleks

Guru memberikan penjelasan agar jawaban siswa menjadi lebih kompleks dan mampu menemukan ide-ide penting lainnya.

Contoh: dapatkah kamu memberikan penjelasan yang lebih luas lagi dari ide yang dikatakan tadi?

4.   Peningkatan terjadinya interaksi

Ada 2 cara guru untuk menghilangkan peranannya sebagai penanya sentral.

1.   Guru mencegah pertanyaan dijawab langsung oleh seorang siswa tetapi siswa diberi kesempatan singkat untuk mendiskusikan jawabannya untuk didiskusikan.

2.   Jika siswa mengajukan pertanyaan, guru tidak segera menjawab pertanyaan dari murid, tetapi melontarkan kembali pertanyaan tersebut kepada siswa untuk didiskusikan.

Komponen ini akan dapat membantu siswa memberikan komentar yang wajar dan mampu mengembangkan cara berfikir siswa.

Daftar Pustaka:

Gelgel, N. 1997. Komponen-komponen Keterampilan Bertanya Lanjut. Singaraja: Universitas Pendidikan Ganesha.

Share

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *